PENDEKATAN SAINTIFIK DALAM PEMBELAJARAN

A. Pengertian Pendekatan Saintifik

Pendekatan saintifik adalah pendekatan yang wajib digunakan pada pembelajaran di Sekolah, baik Sekolah Dasar maupun Sekolah Menengah, berdasarkan aturan Kurikulum 2013.

Pendekatan saintifik (scientific approach) adalah model pembelajaran yang menggunakan kaidah-kaidah keilmuan yang memuat serangkaian aktivitas pengumpulan data melalui observasi, menanya, eksperimen, mengolah informasi atau data, kemudian mengkomunikasikan (Kemendikbud, 2014).

B. Tujuan Pendekatan Saintifik

Menurut Hosnan (2014), tujuan pembelajaran menggunakan pendekatan saintifik adalah sebagai berikut:

  • Untuk meningkatkan kemampuan intelek, khususnya kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa.
  • Untuk membentuk kemampuan siswa dalam menyelesaikan suatu masalah secara sistematik.
  • Terciptanya kondisi pembelajaran di mana siswa merasa bahwa belajar itu merupakan suatu kebutuhan.
  • Diperolehnya hasil belajar yang tinggi.
  • Untuk melatih siswa dalam mengomunikasikan ide-ide, khususnya dalam menulis artikel ilmiah.
  • Untuk mengembangkan karakter siswa.

C. Prinsip – Prinsip Pendekatan Saintifik

Beberapa prinsip pendekatan Saintifik dalam kegiatan pembelajaran adalah sebagai berikut (Hosnan, 2014):

  • Pembelajaran berpusat pada siswa.
  • Pembelajaran membentuk students self concept.
  • Pembelajaran terhindar dari verbalisme.
  • Pembelajaran memberikan kesempatan pada siswa untuk mengasimilasi dan mengakomodasi konsep, hukum, dan prinsip.
  • Pembelajaran mendorong terjadinya peningkatan kemampuan berpikir siswa.
  • Pembelajaran meningkatkan motivasi belajar siswa dan motivasi mengajar guru.
  • Memberikan kesempatan kepada siswa untuk melatih kemampuan dalam komunikasi.
  • Adanya proses validasi terhadap konsep, hukum, dan prinsip yang dikonstruksi siswa dalam struktur kognitifnya

E. Langkah – Langkah Pendekatan Saintifik

Langkah – Langkah pembelajaran dengan pendekatan saintifik meliputi mengamati (observing), menanya (questioning), mengumpulkan informasi, mengasosiasikan/mengolah informasi, mengkomunikasikan.

  1. Mengamati (observasi)

Kegiatan mengamati dalam pembelajaran sebagaimana disampaikan dalam permendikbud no 103 thn 2014, hendaklah guru membuka secara luas dan bervariasi kesempatan peserta didik untuk melakukan pengamatan melalui kegiatan: melihat, menyimak, mendengar, dan membaca. Guru memfasilitasi peserta didik untuk melakukan pengamatan, melatih mereka untuk memperhatikan (melihat, membaca, mendengar) hal yang penting dari suatu benda atau objek. Adapun komptensi yang diharapkan adalah melatih kesungguhan, ketelitian, dan mencari informasi.

  1. Menanya

Kegiatan menanya dalam pembelajaran sebagaimana dijelaskan dalam permendikbud no 103 thn 2014, adalah mengajukan pertanyaan tentang informasi yang tidak dipahami dari apa yang diamati atau pertanyaan untuk mendapatkan informasi tambahan tentang apa yang diamati (mulai dari pertanyaan factual sampai ke pertanyaan yang bersifat hipotetik). Kompetensi yang diharapkan dalam menanya adalah mengembangkan kreativitas, rasa ingin tahu, kemampuan merumuskan pertanyaan untuk membentuk pikiran kritis yang perlu untuk hidup cerdas dan belajar sepanjang hayat.

  1. Mengumpulkan Informasi/Eksperimen

Dalam permendikbud no 103 thn 2014, kegiatan mengumpulkan informasi dilakukan melalui eksperimen, membaca sumber lain selain buku teks, mengamati objek/kejadian, wawancara dengan narasumber, dan sebagainya. Kompetensi yang diharapkan adalah mengembangkan sikap teliti, jujur, sopan, menghargai pendapat orang lain, kemampuan berkomunikasi, menerapkan kemampuan mengumpulkan informasi melalui berbagai cara yang dipelajari, mengembangkan kebiasaan belajar dan belajar sepanjang hayat.

  1. Mengasosiasikan/Mengolah Informsi

Sebagaimana disampaikan dalam permendikbud no 103 thn 2014, kegiatan mengasosiasi/mengolah informasi adalah memproses informasi yang sudah dikumpulkan baik terbatas dari hasil kegiatan mengumpulkan/eksperimen maupun hasil dari kegiatan mengamati dan kegiatan mengumpulkan informasi. Pengolahan informasi yang dikumpulkan dari yang bersifat menambah keluasan dan kedalaman sampai kepada pengolahan informasi yang bersifat mencari solusi dari berbagai sumber yang memiliki pendapat yang berbeda sampai kepada yang bertentangan. Kegiatan ini dilakukan untuk menemukan keterkaitan satu informasi dengan informasi lainnya, menemukan pola dari keterkaitan informasi tersebut. Kompetensi yang diharapkan adalah mengembangkan sikap jujur, teliti, disiplin, taat aturan, kerja keras, kemampuan menerapkan prosedur dan kemampuan berpikir induktif secara deduktif dalam menyimpulkan.

  1. Mengkomunikasikan

Kegiatan mengkomunikasikan dalam pembelajaran sebagaimana disampaikan dalam permendikbud no 103 thn 2014, adalah menyampaikan hasil pengamatan, kesimpulan berdasarkan hasil analisis secara lisan, tertulis, atau media lainnya. Adapun kompetensi yang diharapkan dalam kegiatan ini adalah mengembangkan sikap jujur, teliti, toleransi, kemampuan berpikir sistematis, mengungkapkan pendapat dengan singkat dan jelas, dan mengembangkan kemampuan berbahasa yang baik dan benar.

This entry was posted in UMUM and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published.