BUNYI || IPA SMP KELAS 8

Dalam kehidupan sehari – hari, kita tentunya tidak asing dengan bunyi – bunyi di sekitar kita. Bunyi memiliki peran penting dalam kehidupan manusia dan hewan. Kita dapat berkomunikasi dengan orang lain karena kita dapat mendengar suara sehingga kita bisa mengerti apa yang diucapkan oleh lawan bicara kita.

Jika kita bersuara sambil memegang leher kita, tentu kita akan merasakan getaran di leher. Saat kita bersuara (berbicara), pita suara akan bergetar. Getaran itu diperkuat oleh udara dalam kotak suara. Getaran tersebut merambat di udara hingga menggetarkan gendang telinga dan hasilnya adalah bunyi yang kita dengar. Jadi, bunyi adalah hasil getaran sebuah benda.

Bunyi tidak dapat merambat tanpa medium perambatan sehingga bunyi merupakan gelombang mekanik. Dalam perambatannya, bunyi merambat dengan merapatkan dan merenggangkan udara atau medium di sekitarnya. Gelombang yang berupa rapatan dan regangan disebut gelombang longitudinal. Jadi bunyi bunyi juga merupakan gelombang longitudinal, yaitu gelombang yang arah rambatannya searah dengan arah getarannya.

Seorang ahli fisika bernama Miller, melakukan percobaan untuk mengukur kecepatan bunyi di udara. Beliau menembakkan peluru sebagai sumber bunyi dan meletakkan detektor pada jarak tertentu. Hasil percobaan tersebut adalah kecepatan bunyi tergantung pada temperatur (suhu). Semakin rendah udara, maka semakin besar kecepatan bunyi. Hal ini yang menjelaskan mengapa pada malam hari bunyi terdengar lebih jelas dari pada siang hari.

Selain dipengaruhi oleh suhu, cepat rambat bunyi di udara juga dipengaruhi oleh jenis medium. Bunyi dapat merambat pada medium gas (udara), zat cair, dan zat padat. Udara merupakan medium yang paling umum digunakan. Misalnya saat kita berbicara dengan orang lain, suara yang kita keluarkan awalnya dari pita suara yang menggetarkan udara di sekitarnya. Getaran tersebut merambat hingga akhirnya diterima oleh telinga lawan bicara kita.

Bunyi juga dapat merambat zat cair. Saat kita menyelam dalam air, kita dapat mendengar bunyi dari batuh yang dijatuhkan ke air tersebut. Cepat rambat bunyi pada zat cair lebih besar dibanding dengan cepat rambat bunyi pada gas. Hal ini disebabkan jarak antar molekul zat cair lebih dekat dibandingkan dengan jarak antar molekul gas.

Seseorang yang mendekatkan telinganya ke tanah dapat mendengar bunyi yang diakibatkan oleh getaran truk yang melintas. Kita juga dapat mendengar bunyi pada permukaan meja yang sedang diketuk-ketuk. Kedua hal ini menunjukkan bahwa bunyi dapat merambat pada zat padat. Bahkan kelajuan rambat bunyi pada zat padat paling besar dibandingkan dengan kelajuan rambat bunyi pada gas dan zat cair.

Saat mendengar bunyi, misalnya saat mendengar bunyi gitar dan piano, kita akan dapat membedakan bunyi tersebut. Hal ini karena setiap gelombang bunyi  memiliki frekuensi, amplitudo, dan warna bunyi yang berbeda meskipun perambatannta terjadi pada medium yang sama.

Tidak semua bunyi enak untuk didengar, beberapa ada yang mengganggu pendengaran kita. Kamu akan lebih nyaman mendengarkan bunyi musik dibandingkan dengan bunyi ramainya orang yang ada di pasar. Bunyi musik akan lebih enak didengarkan karena bunyi musik memiliki frekuensi yang teratur. Bunyi yang frekuensinya teratur disebut nada. Tinggi nada ditentukan oleh tnggi rendah frekuensi nada tersebut. Semakin besar frekuensi bunyi maka akan semakin tinggi nadanya. Sebaliknya, jika frekuensi bunyi kecil, maka nada akan semakin rendah.

Pada orang dewasa, suara perempuan lebih tinggi dibandingkan dengan suara laki-laki. Pita suara laki-laki yang bentuknya lebih Panjang dan berat mengakibatkan kali-laki memiliki nada dasar sebesar 125 Hz, sedangkan perempuan memiliki nada dasar satu oktaf (dua kali lipat) lebih tinggi, yaitu sekitar 250 Hz.

Lalu bagaimana dengan sebuah senar gitar dipetik perlahanlahan dan dipetik dengan kuat? Saat dipetik dengan kuat, maka nada akan terdengar lebih keras (bukan lebih tinggi). Karena senar yang dipetik adalah senar yang sama, maka nada yang keluar pun akan sama atau dengan kata lain, frekuensinya tetap. Namun, apa yang membuat suara nada tersebut terdengar keras? Yang membuat perbedaan adalah amplitudo. Telah kita ketahui pada pembahasan sebelumnya, amplitudo adalah simpangan terbesar dari gelombang. Semakin besar amplitudo, semakin kuat bunyi itu. Sebaliknya, semakin kecil amplitudo, akan semakin lemah bunyi itu. Perbedaan antara nada tinggi, nada rendah, nada kuat, dan nada lemah ditunjukkan pada gambar berikut.

Bunyi yang frekuensinya tidak teratur disebut desah. Misalnya, bunyi ramainya orang di pasar, bunyi kaleng yang dipukul tidak beraturan. Desah yang sangat keras seperti suara bom disebut dentum.

Meskipun bunyi dihasilkan dari getaran sebuah benda, namun tidak semua getaran dapat menghasilkan bunyi yang dapat kita dengar. Ada beberapa macam benda yang bergetar, namun bunyinya tidak dapat didengar oleh telinga manusia. Manusia hanya dapat mendengar bunyi pada rentang frekuensi 20 Hz – 20.000 Hz. Bunyi dengan frekuensi ini disebut audiosonik. Bunyi dengan frekuensi di bawah 20 Hz disebut infrasonik. Bunyi infrasonik hanya mampu didengar oleh hewan-hewan tertentu seperti jangkrik dan anjing. Sedangkan bunyi yang frekuensinya di atas 20.000 Hz disebut ultrasonik. Kelelawar, lumba – lumba, dan anjing adalah contoh hewan yang dapat mendengar bunyi ultrasonik.

 

 

This entry was posted in IPA, KELAS 8, MATERI, SMP and tagged , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published.