PENDENGARAN PADA HEWAN || IPA SMP KELAS 8

Bagi manusia, infrasonik maupun ultrasonik tidak termasuk bunyi karena tidak dapat didengar oleh telinga. Sebutan infrasonik dan ultrasonik lebih tepat diperuntukkan bagi getarannya. Meskipun begitu, banyak hewan yang dapat mendengar dengan frekuensi infrasonik atau ultrasonik. Berikut ini beberapa hewan yang dapat mendengar bunyi infrasonik atau ultrasonik.

1. Kelelawar

Meskipun penglihatan kelelawar kurang baik, kelelawar dapat terbang di malam hari tanpa menabrak benda – benda di sekitarnya. Kelelawar memiliki keistimewaan dapat mengeluarkan dan menerima gelombang ultrasonik dengan frekuensi di atas 20.000 Hz pada saat ia terbang. Gelombang yang dikeluarkan akan dipantulkan Kembali oleh objek yang akan dilewatinya dan diterima oleh receiver (alat penerima) yang berada di tubuh kelelawar. Kemampuan kelelawar untuk menentukan lokasi ini disebut ekolokasi.

Pada saat terbang dan berburu, kelelawar akan mengeluarkan bunyi yang frekuensinya tinggi, kemudian mendengarkan gema yang dihasilkan. Pada saat kelelawar mendengarkan gema, kelelawar hanya akan focus pada suara yang dipancarkannya sendiri. Rentang frekuensi yang mampu didengar oleh kelelawar terbatas, sehingga kelelawar harus mampu menghindari efek Doppler yang muncul.

Menurut efek doppler, jika sumber bunyi dan penerima suara keduanya tak bergerak, maka penerima akan mendengar frekuensi bunyi yang sama dengan yang dipancarkan oleh sumber suara. Akan tetapi, jika salah satu dari sumber bunyi atau penerima suara tersebut bergerak, frekuensi yang diterima akan berbeda dengan yang dipancarkan. Pada keadaan tersebut frekuensi suara yang dipantulkan dapat jatuh ke wilayah frekuensi yang tidak dapat didengar oleh kelelawar.

Agar dapat menghindari efek Doppler, kelelawar akan menyesuaikan besar frekuensi suara yang dipancarkannya. Misalnya, kelelawar akan mengirim suara berfrekuensi tinggi untuk mendeteksi lalat yang bergerak menjauh, sehingga pantulannya tidak hilang. Namun, ada binatang malam yang dapat menangkap getaran ultrasonik yang dipancarkan kelelawar, yaitu burung hantu dan ngengat. Sehingga kedua jenis hewan ini dapat menghindarkan diri dari kejaran kelelawar.

2. Lumba-lumba

Lumba – lumba juga memiliki radar alami. Lumba – lumba dapat menghasilkan dan menangkap getaran ultrasonik. Lumba-lumba bernafas melalui lubang yang ada di atas kepalanya. Di bawah lubang ini, terdapat kantung-kantung kecil berisi udara. Agar dapat menghasilkan suara berfrekuensi tinggi, lumba – lumba mengalirkan udara pada kantung ini. Selain itu, kantung udara ini juga berperan sebagai alat pemfokus bunyi. Kemudian, bunyi ini dipancarkan ke segala arah secara terputus – putus.

Gelombang bunyi lumba – lumba akan dipantulkan Kembali bila membentur suatu benda. Pantulan gelombang bunyi tersebut ditangkap di bagian rahang bawahnya yang disebut “jendela akustik”. Dari bagian tersebut, informasi bunyi diteruskan ke telinga bagian tengah, dan akhirnya ke otak untuk diterjemahkan. Dengan cara tersebut, lumba – lumba mengetahui lokasi, ukuran, dan pergerakan mangsanya. Lumba – lumba juga mampu saling berkirim pesan walaupun terpisahkan oleh jarak lebih dari 220 km. lumba-lumba berkomunikasi untuk menemukan pasangan dan saling mengingatkan bahaya.

3. Paus

Paus dapat menghasilkan dan menerima getaran gelombang ultrasonik. Paus menggunakan gelombang ultrasonik tersebut untuk berkomunikasi.

4. Jangkrik

Pada kedua kaki depan jangkrik terdapat indra penangkap getaran bunyi yang dapat menangkap infrasonik. Oleh karena itu, jika kamu melintas di dekat jangkrik yang sedang berbunyi, jangkrik tersebut akan segera diam.

5. Anjing

Anjing juga termasuk hewan yang dapat menangkap getaran frekuensi infrasonik. Oleh karena keistimewaannya itu, anjing sering digunakan sebagai penjaga rumah dan pelacak jejak. Anjing akan menggonggong jika mendengar getaran infrasonik.

 

 

 

Sumber:

Zubaidah siti,dkk. 2018. ILMU PENGETAHUAN ALAM SMP/MTs KELAS IX. Jakarta: kementerian Pendidikan dan kebudayaan republik Indonesia.

Triyono Agus, dkk. 2017. IPA TERPADU UNTUK SMP/MTs KELAS VIII. Jakarta: Erlangga

This entry was posted in IPA, KELAS 8, MATERI, SMP and tagged , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published.