Terima Kasih Kembali! Apakah Sudah Tepat?

Hai, Sobat khazanah! Terima kasih telah setia membaca unggahan-unggahan kami, ya. Semoga tulisan-tulisan sederhana kami bisa menambah khazanah pengetahuan Anda. Jika ada kesempatan untuk membalas ucapan terima kasih kami, apa kira-kira frasa yang tepat untuk Anda  tulis? Apakah Anda akan menulis teks “kembali kasih”, “sama-sama”, “terima kasih kembali”, “dengan senang hati”, atau Anda cukup membalasnya dengan simbol senyuman? Hmm, Sobat, untuk menentukan teks yang tepat, mari kita tilik penjelasan sederhana berikut.

Kita mulai yang pertama, kembali kasih. Jika dua kata ini langsung diketik pada kamus, yakinlah kita tidak akan menemukan maknanya. Oleh karena itu, silakan ketik satu kata saja. kita mulai dengan kata “kembali”. Kata “kembali” memiliki tiga makna, yakni sebagai verba bermakna balik ke tempat atau ke keadaan semula, dalam kategori adv lagi; jika kategorinya verba atau kata benda bermakna sekali lagi; berulang lagi. Kata “kasih” yang berkategori kata benda bermakna perasaan sayang (cinta, suka kepada). He..he…, artinya jika digabung dapat bermakna perasaan sayang yang kembali ke keadaan semula. Memangnya pernah cerai? Ah, berarti frasa ini kurang tepat, Kawan.

Teruskanlah membaca yang kedua, sama-sama. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, terima kasih berjenis adverbial dengan makna kedua belah pihak tidak berbeda atau tidak berlainan; semuanya. Lah, apa yang tidak berlainan. Yang mana yang semuanya. Apakah sesuatu yang telah diberikan kita minta semuanya? Jangan, Kawan, sisakan bagi si pemberi. Atau apakah kata “sama-sama” dapat dimaknai bahwa perasaan si penerima tidak berlainan dengan perasaan si pemberi? Lagi-lagi kurang tepat.

Kita lanjutkan ke yang ketiga, terima kasih kembali. Terima kasih sebenarnya merupakan nomina/kata benda yang bermakna rasa syukur. Jika digabungkan dengan kata “kembali” berarti dapat dimaknai bahwa sang penerima juga memiliki rasa syukur yang sama dengan pemberi. Apakah teks ini lebih tepat? ternyata juga kurang, Sobat. Mengapa? Secara logika, yang memiliki rasa syukur adalah si penerima. Boleh saja sang pemberi juga bersyukur karena dapat memebrikan sesuatu, tetapi pasti nilai rasa syukur antara pemberi dan penerima berbeda, bukan?

Bagian keempat, dengan senang hati. Dalam KBBI, kata “dengan” memiliki sembilan makna. Makna yang paling mendekati dalam konteks ini adalah kata penghubung menerangkan sifat. Sedangkan kata “senang hati” bermakna gembira dalam hati. Ya, jika seseorang menerima pemberian, pasti dia gembira dalam hati. Akan tetapi, cukupkah kata senang hati mengejawantahkan perasaan itu? Mungkin iya.

Akan tetapi, Kawan, saya rasa, jika dilakukan secara langsung (komunikasi lisan), berhadapan antara pemberi dan penerima, tersenyum merupakan balasan yang cukup sempurna. Memberilah dengan ikhlas sehingga apapun balasan penerima, termasuk dengan senyuman, Anda sudah merasa bahagia, kan! Semoga dengan tersenyum, bisa mewakili empat makna yang saya jelaskan sebelumnya.

Terima kasih!

This entry was posted in UMUM. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published.