LISTRIK DINAMIS

Pada materi Listrik Statis, kamu telah mempelajari bahwa muatan listrik dapat berpindah dari suatu tempat ke tempat lain. Misalnya, jika kamu menyentuh benda bermuatan negatif, maka elektron-elektron akan berpindah dari benda tersebut ke tubuhmu. Kilat yang kamu lihat sebenarnya juga merupakan juga merupakan perpindahan elektron-elektron. Namun, dapatkah kamu menyalakan lampu lsitrik dengan memanfaatkan benda bermuatan atau kilat? Kemungkinan besar tidak dapat, karena lampu tersebut memerlukan aliran elektron yang terus menerus.

Pada materi ini kamu akan belajar tentang aliran elektron pada suatu konduktor yang disebut sebagai listrik dinamis.

Jika kita perhatikan lampu atau peralatan elektronik yang menggunakan listrik, semua alat tersebut membutuhkan kabel sebagai penghubung aliran arus listrik. Secara umum, aliran arus listrik bersumber dari pembangkit listri seperti generator, baterai, aki, dan buah-buahan terutama buah-buahan yang mengandung asam, misalnya jeruk.

A. Arus Listrik

Arus listrik adalah banyaknya muatan listrik yang mengalir dalam suatu penghantar per satuan waktu.

 

 

 

Rangkaian tertutup

Perhatikan video di samping! Jika lampu dihubungkan dengan kutub-kutub baterai melalui kawat, maka terbentuk rangkaian yang tidak memiliki pangkal dan ujung. Rangkaian seperti ini disebut rangkaian tertutup atau sirkuit. Pada keadaan ini lampu menyala. Hal ini menunjukkan dalam rangkaian tertutup terjadi aliran muatan listrik. Sebaliknya, jika rangkaiannya tidak terhubung satu sama lain disebut rangkatan terbuka.

 

 

 

A

Arah arus listrik pada rangkaian tertutup

Aliran muatan lsitrik disebut arus listrik. Arah arus lsitrik pada kawat dari kutub positif baterai menuju kutub negative baterai. Arah arus listrik dalam rangkaian tertutup diperlihatkan pada video di samping.

Besar arus listrik dinyakan dengan kuat arus listrik, disimbolkan dengan I. Kuat arus lsitrik adalah banyaknya muatan listrik yang melalui penampang penghantar setiap sekon. Secara matematis dituliskan:

Dengan:

q = muatan lsitrik (Coulomb)

t = waktu (sekon)

I = kuat arus (ampere)

Kuat arus listrik diukur dengan menggunakan amperemeter. Sedangkan untuk kuat arus yang kecil, digunakan galvanometer sebagai alat untuk mengukurnya.

 

Contoh soal:

Arus listrik sebesar 5 mA mengalir pada suatu kawat penghantar selama 0,1 sekon. Berapakah besae muatannya?

Diketahui:

I = 5 mA = 0,005 A

t = 0,1 sekon

ditanyakan:

q = … ?

Penyelesaian:

Besar muatan listrik,

q = I x t = 0,005 mA x 0,1 s = 0,0005 C atau 5 x 10-4 C

 

B. Hantaran Listrik

Tidak semua jenis bahan dapat menghantarkan arus listrik dengan baik. Ada bahan yang dapat menghantarkan listrik dengan baik dan adapula yang sangat buruk menghantarkan arus listrik.

  1. Konduktor Listrik

Konduktor adalah bahan-bahan yang dapat menghantarkan arus listrik dengan baik. Contoh dari konduktor listrik adalah tembaga, perak, dan emas.

  1. Isolator Listrik

Bahan isolator adalah bahan yang sangat buruk menghantarkan listrik karena di dalam bahan ini elektron sulit mengalir. Contoh bahan isolator adalah plastik dan karet.

  1. Semikonduktor Listrik

Bahan semikonduktor listrik adalah bahan-bahan yang jika berada pada suhu rendah bersifat sebagai isolator, sementara pada suhu tinggi  bersifat sebagai konduktor. Contoh bahan semikonduktor listrik adalah karbon, silikon, dan germanium.

 

This entry was posted in IPA, KELAS 9, MATERI, SMP and tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published.