Pendidik Pembelajar

Pendidik adalah Pembelajar

Pendidik dalam perjalanan profesinya mesti menempatkan diri sebagai manusia yang terus belajar. Pikiran ini sejatinya berada pada setiap benak pendidik. Selain belajar, seorang pendidik mesti bersiap berbagi. Karena dengan berbagi, setiap kita bisa melakukan refleksi terhadap apa yang telah dilakukan selama ini. Dari refleksi itulah, kita menentukan langkah selanjutnya.

Pun saya. Sebagai pendidik, harus terus belajar dan meluangkan waktu untuk menyaksikan ribuan praktik-praktik belajar dan mengajar dari rekan-rekan guru. Tayangan praktik mengajar tersebut menjadi amunisi untuk memperbaiki proses pembelajaran. Ingat, setiap hal yang pendidik dapatkan hanya akan bermanfaat ketika hal tersebut bermuara pada peningkatan kompetensi peserta didik.

Peserta didik harus nyaman dalam belajar. Mereka diberikan kebebasan terukur untuk mengembangkan potensi yang mereka miliki. Yakinlah, setiap peserta didik memiliki keunikan masing-masing. Keunikan tersebut harus dipahami dan dikembangkan semaksimal mungkin.

Selain itu, pendidik mesti memahami bahwa mereka bukanlah satu-satunya sumber belajar. Metode ceramah dalam pembelajaran tatap muka harus dikurangi. Bukan bahwa metode ini salah. Akan tetapi, saatnya pembelajaran berpusat pada peserta didik. Berikan mereka kesempatan sebanyak-banyaknya untuk belajar berkomunikasi. Belajar memahami. Belajar melakukan simulasi sehingga seluruh potensi itu berkembang. Tugas pendidik mengarahkan mereka untuk bisa melakukan itu di kelas. Oleh karena itu, sejatinya, setiap peserta didik masuk ke dalam ruang pembelajaran tidak dengan membawa pengetahuan yang hampa. mereka masuk dalam ruang kelas dengan pengetahuan materi yang telah dimiliki sebelumnya. Lalu di mana mereka memperoleh semua itu. Di snilah peran dunia digital. Tidak ada hal yang tidak disediakan oleh dunia digital. Baik dalam bentuk visual, audia, maupun keduanya.

Pendidik pun mesti berbenah untuk masuk ke dunia itu. Saya, setelah bergelut di blog, lalu mengembangkan diri di kompasiana dan akun Yotube, saatnya mengembangkan sayap ke laman pribadi. Apakah saya sendiri? Tidak. Istri yang juga sudah lama bergelut di blog dan Youtube, sepakat untuk itu. Bahkan, dialah yang lebih dulu memunculkan ide ini. Kami lalu berdiskusi. Panjang dan lebar. Membahas berbagai macam hal, termasuk pembiayaan. Harus berbayar? Iya, tetapi itulah salah satu pengorbanan kecil seorang pendidik yang ingin terus belajar. Dengan memiliki laman sendiri, pendidik lebih bebas mengekspresikan diri dan memiliki peluang tampil utama dalam dunia digital. Dari pemikiran ini lahirlah https://khazanahilmu.com/ . Melalui laman pribadi ini, saya akan berbagi kepada seluruh pembaca. Berbagi apa saja, selama hal itu merupakan sesuatu yang positif. Selain saya, kawan-kawan pendidik yang lain pun boleh mengirimkan tulisan untuk saya unggah di laman pribadi ini.

Selamat membaca, salam takzim dari kami.

This entry was posted in Fashion, Lifestyle, Travel. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published.